Catatan Bincang Santai Bupati Bersama KGP (Bag 2)


Akselerasi Peningkatan RLS Dimulai Dari Wali Murid

==============================================================================

Catatan Bincang Santai Bupati Bersama KGP,kgp lombok barat, komunitas guru penggerak lombok barat, kgp lobar, aksi nyata guru penggerak, guru lombok barat, guru lobar, wisata kuliner kebon ayu, kebon ayu gerung


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat terus mematangkan strategi akselerasi peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Bumi Patut Patuh Patju. 

"Akselerasi peningkatan RLS ini di mulai dari keluarga besar Dikbud,"kata H. Nasrun di hadapan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat bincang santai Bupati bersama guru penggerak.


Dikbud dalam hal ini, telah mendelegasikan seluruh Kepala SMP dan Kepala SD untuk mendata wali murid yang tidak tamat SD umur 25 tahun. Dimana jumlah wali murid jenjang SMP sebanyak 34 ribu, jenjang SD  sebanyak 132 ribu.

"Wali murid yang tidak tamat SD dan SMP umur 25 tahun ini, melanjutkan sekolah melalui kejar paket B. Guru penggerak nanti jadi tutor,"katanya.


Pelaksanaan kejar paket B bagi wali murid yang tidak tamat SD umur 25 tahun ini akan di kelola SKB (Sanggar Kegiatan Belajar), pelaksanaannya di masing-masing sekolah.

"Tutornya nanti dari guru penggerak. InsyAllah IPM Lobar bisa meningkat,"katanya. 

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid optimis RLS di bumi Patut Patuh Patju ini mengalami peningkatan. Hal itu dilandasi atas dasar strategi yang dipaparkan Kadis Dikbud berjalan sesuai harapan. Oleh karena itu, ia berharap agar apa yang menjadi program bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya dan sepenuh hati. (Bersambung)

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama