Catatan Bincang Santai Bupati Bersama KGP (Bag 3)

 ATM Menuju  Digitalisasi Sekolah

============================

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) identik dengan mesin yang dapat mengambil transaksi keuangan dan lainya dimanapun selama berada dalam jaringan Bank. Tapi ATM yang di maksud adalah  akronim dari Anjungan Tempat Membaca (ATM) bagi guru, siswa dan wali murid yang di tempatkan di lokasi yang strategis di sekolah sehingga mudah di jangkau oleh wali murid, guru dan siswa. 

Pengurus Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat, kgp lombok barat, guru penggerak angkatan 2, kgp lobar, kgp lombok barat, kabyantoro, sudomo, sahman, kebon ayu, wisata kuliner kebon ayu, bincang kgp bersama bupati, bincang hangat bupati, bincang santai bupati


"Pandemi ini telah banyak merubah pola pikir dan sistem pembelajaran siswa,"kata Subhan salah satu guru penggerak pada saat memaparkan salah satu program unggulan komunitas  guru penggerak di hadapan Bupati dan Kadis Dikbud.


Lebih jauh Subhan memaparkan hampir semua siswa memiliki HP. Namun kerap kali pemanfaatan  perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan Juhdan konvensional saluran tetap, tetapi dapat dibawa ke mana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel kerap kali disalah gunakan oleh siswa.

"Hal itu harus kita jadikan potensi siswa. Kita membimbing dan membina siswa melalui ATM untuk meningkatkan literasi digital siswa,"katanya. Literasi digital melalui ATM ini memudahkan guru melakukan kontrol terhadap aktivitas siswa. "Untuk mendukung program ini membutuhkan komitmen dan dukungan pemangku kebijakan,"katanya.


Sementara itu, Ketua Komunitas guru penggerak Sudomo mengatakan bahwa setiap guru penggerak memiliki program di sekolah unggulan masing-masing. "Kami siap berkolaborasi membangun pendidikan di daerah tercinta ini,"katanya. Dalam menjalan berbagai program dan praktik baik, KGP membutuhkan dukungan pemangku kebijakan. Apa saja dukungan Pemda Lobar ? (Bersambung).

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama