Catatan Bincang Santai Bupati Bersama KGP (Habis)

Serunya Jurnalis Cilik Wawancara Bupati Fauzan.

=====================================

Tak semua siswa dapat kesempatan mewawancarai Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid. Namun siapa sangka, momen berharga itu justru jatuh ke tangan Gede Parna siswa SMPN 2 Kuripan dan Yunia Putri Salsabila siswi SMPN 4 Gerung. Bermodalkan keberanian, Parna dan Yunia Putri yang mengenakan pakaian seragam sekokah duduk berhadapan dengan Bupati Fauzan Khalid di wisata kuliner pertanian Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung.


Tidak terlihat kekakuan sejak awal perbincangan antara Bupati dan Parna serta Yunia Putri. Pembawaan kedua siswa ini santai dan sopan itu ternyata mampu menarik perhatian Bupati untuk terbuka berbagi cerita. 

Jurnaslist cilik mewawancarai pak Bupati, fauzan khalid, bupati lombok barat, bupati, bupati lobar, wartawan cilik, jurnalist cilik, jurnalist smp, jurnalis

Apa kebijakan Pemerintah Daerah pada saat pembelajaran di masa Pandemi Covid 19? tanya Parna mengawali  pertanyaan di hadapan Bupati.

Menanggapi hal itu, Bupati Fauzan pun menjawabnya dengan serius. Kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat terhadap pendidikan di masa pandemi ini, tergantung perkembangan Covid 19 dan tingkat jumlah vaksinasi serta tergantung tingkat kedisplinan masyarakat. Tiga hal ini menjadi variabel kebijakan yang diputuskan pemerintah daerah terhadap pendidikan. Apakah tatap muka terbatas, tatap muka ful?


"Vaksinasi dosis pertama 95 persen, dosis ke dua 75 persen.  Semua ini berkat kerjasama semua pihak. Namun yang masih kurang tingkat kedisplinan masyarakat,"katanya. 

Di sela-sela sesi pertanyaan, Yunia Putri siswi SMPN 4 Gerung   menyelipkan satu pertanyaan yang berhubungan dengan tips bagaimana meningkatkan minat belajar selama masa pandemi ini? Menjawab pertanyaan itu, Bupati Fauzan mengatakan bahwa semua hal yang kita lakukan itu butuh pembudayaan, harus menjadi budaya. Jika budaya itu sudah dibiasakan maka tantangan apapun bisa ditaklukkan. Misalnya kebiasaan atau budaya membaca, kalau kita tidak terbiasa membaca, satu lembar saja, kita akan bosan dan pusing.


"Jadikan hal-hal baik menjadi budaya dan hoby. Adik-adik harus berjuang, harus berusaha dan harus belajar yang giat,"kata Bupati mengakhiri jawabannya.

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama