Kurikulum Merdeka Didukung Platform Merdeka Mengajar (Bag 1)

Hiruk pikuk pergantian kurikulum terjawab sudah pasca Kemendikbudristek Mas Nadiem Makarim secara resmi meluncurkan kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar Jumat (11/2/2022).  Platform ini memberikan kesempatan bagi guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya.

Dalam paparan peluncuran merdeka belajar episode 15 Mas Menteri Nadiem Makarim mengatakan bahwa krisis pembelajaran di Indonesia telah berlangsung lama dan belum membaik dari tahun ke tahun. 

Nadiem, Nadiem anwar makarim, bos gojek, kurikulum merdeka belajar, kurikulum, kurikumlum prototife, Kurikulum Prototipe, kurikulum prototype, merdeka mengajar, kurikulum baru, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, kurikulum baru, kurikulum 2022

Studi-studi nasional maupun  internasional, salah satunya PISA, menunjukkan bahwa banyak siswa kita yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam 10 sampai 15 tahun terakhir. Sekitar 70% siswa usia 15 tahun berada dibawah kompetensi minimum membaca dan matematika.


"Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antar wilayah dan antar kelompok sosial- ekonomi dalam hal kualitas belajar. Setelah pandemi, krisis belajar ini menjadi semakin parah,"papar Mas Menteri Nadiem Makarim melalui chanel Youtube Ditjen Kemendikbudristek. Lebih jauh ia mengatakan bahwa  krisis pembelajaran diperparah oleh pandemi COVID-19 dengan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran.


Sebelum pandemi, kemajuan belajar selama satu tahun (kelas 1 SD) adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi. Setelah pandemi, kemajuan belajar selama kelas 1 berkurang secara signifikan (learning loss).  Untuk literasi, learning loss ini setara dengan 6 bulan belajar. Untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan 5 bulan belajar. (Diambil dari sampel 3.391 siswa SD dari 7 Kab/Kota di 4 provinsi, pada bulan Januari 2020 dan April 2021.


"Penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) pada masa pademi  COVID-19,"katanya. Sekitar 31,5% lanjut Mas Menteri Nadiem Makarim sekolah menggunakan kurikulum darurat semasa pandemi COVID-19. Survei pada 18.370 siswa kelas 1-3 SD di 612 sekolah di 20 kab/kota dari 8 provinsi menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara Kurikulum 2013 dan kurikulum darurat. 


Bila kenaikan hasil belajar itu direfleksikan ke proyeksi learning loss numerasi dan literasi, penggunaan kurikulum darurat dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73% (literasi) dan 86% (numerasi) Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif. Bagaimana rancangan dan implementasi Kurikulum saat ini dan bagaimana arah perubahan kurikulum? (Bersambung)

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama