Peran Perpustakaan Tak Tergerus Era Dirupsi Teknologi

 Catatan Diskusi Era Digital dan Nasib Buku (Bag I)

Peran Perpustakaan Tak Tergerus Era Dirupsi Teknologi

======================================

Perkembangan zaman yang semakin terus berkembang tanpa terbatas khususnya di era dirupsi teknologi, tidak bisa dihindari meskipun akan mempengaruhi segala macam hal.

Jika sebelumnya kehadiran era dirupsi teknologi hanya dilakukan untuk fasilitas informasi, jual beli hingga ke dunia sosial media, kini perkembangan teknologi dan internet yang begitu pesat telah merambah ke dunia baca, yang mana hal tersebut dianggap mengancam keberadaan buku bacaan cetak yang beragam macam, bertumpuk menggunung.

Pada saat ini, buku telah dapat dibuat, dibaca, dan dijual dalam bentuk digital, yang disebut E-Book. 

Lalu bagaimana nasib dan keberadaan buku bacaan cetak?

Berikut catatan diskusi Kolaborasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Lombok Barat dengan Komunitas Guru Penggerak (KGP) dengan tema : Era digital dan Nasib Buku.

Rasinah Abdul Igit sebagai pemantik diskusi menambah hangatnya jalan diskusi. Begitupula dengan kehadiran Asisten I Pemkab Lombok Barat H. Agus Gunawan, Asisten II Rusditah, S.Sos, Kadis Kominfotik Ahad Legiarto, Wakil Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Adha dan Kadis Disarpus H. Ahkam Mahfudz sebagai tuan rumah.

Asisten I Drs. Agus Gunawan dalam paparanya mengatakan bahwa  diskusi pemantik seperti ini terus dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan dan peran Perpustakaan di era dirupsi teknologi ini.

"Semoga inovasi dan kreasi seperti ini terus berkembang. Ini sebagai titik awal kita untuk menjawab tantangan disarpus dimasa dirupsi sesuai visi dan misi  Lombok Barat cerdas. Peran perspustakaan supaya jangan tergerus dengan dirupsi teknologi. Daya tahan litetasi kita saat ini menurun,"ugkapnya ketika membuka diskusi tersebut.

Peran Disarpus, lanjut Asda I tidak tergantikan di era teknologi ini. Namun demikian perlu adanya strategi-strategi yang harus di lakukan dalam mempertahankan Disarpus di era  dirupsi teknologi ini.

Apa dan bagaimana strategi Disarpus dalam menjaga eksistensinya di tengah dirupsi teknologi. (Bersambung)

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

1 Komentar

  1. Berjalan beriringan dan kolaborasi akan membawa dampak yang luar biasa bagi Lombok Barat ke depan.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama