Simposium Guru Penggerak Angkatan 2 Tahap 3 Kabupaten Lombok Barat

simposium, kgp lombok barat, angkatan 2,

Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat, merupakan program kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran . Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi dan pendampingan. Selama program guru tetap menjalankan tugas mengajar sebagai guru. Pada dasarnya guru penggerak dibentuk  untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar, guru penggerak juga menjadi penggerak ekosistem pendidikan yang berorientasi pada peserta didik. Bertempat dihotel Aruna P4TK PKN dan IPS menggelar simposium guru penggerak angkatan 2 untuk wilayah kabupaten lombok barat dengan tema “Sinergita Guru Penggerak dengan Pemerintah Daerah Dalam Proses Transformasi Pendidikan”. Mengingat masih dalam masa pandemi covid 19 nacara ini digelar dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. Sebanyak 71 guru penggerak kabupaten lombok barat yang terdiri dari Guru TK 4 peserta, SD 19 peserta, SMP 30 peserta dan SMA 18 peserta. Kegiatan rencana dilaksanakan selama 3 hari yakni mulai dari tanggal 21 – 23 Februari 2022. Dan saat ini sudah memasuki hari kedua.

Dalam Acara kali ini dihadiri oleh Kepala P4TK PKN dan IPS DR H. Subandi, MM. Dihadiri juga oleh Bupati Kabupaten Lombok Barat H. Fauzan Khalid,S.Ag, Kepala Dinas Dikbud Kebuipaten Lombok Barat  bebeserta jajarannya.

Para guru penggerak menyambut Kepala Pusat P4TK PKN dan IPS, Bupati Lombok barat dan Kepala Dinas Kabupaten Lombok barat beserta jajarannya dengan tarian khas Sasak dengan judul ‘Inak Tegining Inak Teganag”. Suku Sasak merupakan suku yang berada didaerah lombok. Usai pertunjukan tari “Inak Tegining Inak Teganang” dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dirangkai dengan menyanyikan Mars Kabupaten Lombok Barat dan Mars Guru Penggerak serta diikuti oleh seluruh peserta Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat.

Penyampaian Pengarahan dan paparan pelaksanaan kegiatan program guru penggerak  dibawakan oleh Kepala Pusat P4tk PKN dan IPS DR H. Subandi, MM. Beliau menyampaiakan rasa bangganya terhadap Kelulusan guru penggerak yang mencapai 100% di Kabupaten Kombok Barat. Beliu juga menyampaikan bahwa kedepan guru itu akan terus melakukan inovasi dan tetap menerapkan dan mengembangkan keilmuan yang telah didapat untuk mewujudkan program kementrian yaitu program Merdeka Belajar. Guru penggerak merupakan agen transformasi yang membawa perubahan didalam dunia pendidikan menuju pendidikan yang lebih baik.


Adapaun tujuan dari simposium ini yakni untuk mensosialisasikan kebijakan kementrian pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Menetapkan pengurus komunitas Guru penggerak, menyusun rencana kerja komunitas guru penggerak dan membahas sinergitas pemerintah daerah dengan komunitas guru penggerak.

Penayangan video testimoni dari guru penggerak merupakan hasil karya dari beberapa guru penggerak yang ada dikabupaten Lombok Barat dan ini patut untuk dihargai.


Usai Paparan materi dari Kepala Pusat P4TK PKN dan IPS kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis guru penggerak angkatan 2 dari Kepala Pusat P4TK PKN dan IPS  DR H. Subandi, MM yang diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag.

 


Selanjutnya Arahan dan pemaparan materi dibawakan oleh Bupati Kabupaten Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag. Ia sangat bangga terhadap seluruh guru penggerak yang ada diwilayah Kabupaten Lombok Barat, yang telah berhasil menempuh program guru penggerak serta memiliki rata predikat kelulusan yang sangat memuaskan.  Ia juga berharap agar semua guru penggerak tetap aktif dalam melakukan transformasi serta bisa memberikan pengimbasan kepada semua guru dilingkup sekolah khusunya dan dilingkup Kabupaten Lombok Barat umumnya. Beliau juga berharap dengan adanya program guru penggerak ini akan dapat memberikan sumbangsih dalam mencapai program-program dari pemerintah daerah. Beliau berkomitmen dan sangat mendukung program-program kegiatan yang akan dikembangkan oleh guru penggerak kabupaten Lombok Barat malalui Komunitas Guru Penggerak yang sudah terbentuk. Beliau bahkan memberikan tantangan program terhadap guru penggerak untuk mengembangkan program fokusing sekolah atau sekolah memeiliki core pengembangaan yang menjadi ciri khas kompetensi dalam sebuah sekolah, ekolah mengembangkan kompetensi bahasa sebagai branded sekolah tersebut. misalnya sekolah A menjadi pusat pengembangan bahasa inggris, Sekolah B Bahasa China dan sekolah C menjadi pusat pengembangan Bahasa Arab dan lain sebagainya. Karena menurut beliau bahasa ini merupakan salah satu kompetensi yang harus dikembangkan untuk menyambut era industri dalam bentuk sinergi dan kolaborasi dengan dunia Luar.

Setelah rangkaian acara oleh pejabat terkait selesai dilaksanakan. Komunitas Guru penggerak bersinergi bersama Pendamping Praktik dan Fasilitator menyusun rencana program yang akan menjadi draft program komunitas guru penggerak ditingkat daerah maupun pusat. Program disusun oleh komisi yang dibentuk oleh pengurus komunitas yang terdiri atas Komisi A Pengabdian Masyarakat, Komisi B Pengembangan dan Penelitian, Komisi C Organisasi dan SDM dan Komisi D Publikasi dan Dokumentasi. Masing-masing komisi menyusun program yang selanjutnya disampaikan dalam pleno terbuka. Kemuadian pengeurus inti memverifikasi dan menjadikannya sebagai draf program untuk dijadikan program komunitas guru penggerak angkatan 2 kabupaten lombok barat.



Pada hari ketiga simposium Guru Pengggerak melalui pengurus inti dalam hal ini ketua Komunitas guru penggerak sudomo, S.Pt menyerahkan susunan draft program kepada Pemerintah daerah (Kabid Dikbud Lombok Barat H. Ahmad Sujai, S.Pd, M.Pd ) serta penyerahan Draft program kepada Perwakilan P4TK PKN dan IPS Selamet Supriadi. Dengan selesainya penyerahan draft program kepada P4TK PKN dan IPS juga kepada  Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat maka kegiatan Simposim Guru Penggerak Angkatan 2 tahap 3  dinyatakatakan terlaksana dengan sukses.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama