Gairahkan Literasi Melalui Program Satu Guru Satu Buku

 Pemkab Lombok Barat (Lobar) terus berupaya, menumbuhkan minat literasi di sekolah. Salah satunya menggelar pelatihan untuk program Satu Guru Satu Buku (SAGU SABU).

“Kegiatan ini merupakan agenda program yang telah disusun di simposium guru penggerak,” tegas Koordinator Komunitas Guru Penggerak Lobar Sudomo.

Pelatihan SAGU SABU ini berlangsung di SMPN 2 Kuripan, Kamis (10/3). Merupakan kolaborasi antara Komunitas Guru Penggerak Lobar, bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lobar, dan Dinas Dikbud Lobar. “Kami tidak bisa sendiri, karena kunci kesuksesan itu kolaborasi dan sinergitas,” ujarnya. 


Ada 71 orang yang ikut menjadi peserta, dalam pelatihan SAGU SABU. Diantaranya; guru penggerak Lobar, siswa SMAN 1 Gerung, siswa dan guru SMPN 2 Kuripan. 

Dengan pemateri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lobar Saepul Ahkam, membahas peta jalan dalam strategi menulis, dan dosen UIN Mataram Agus Dedy Putrawan, yang membahas materi artikel ilmiah.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini lanjut Sudomo, untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi guru dalam literasi. Bagaimanapun, literasi adalah kegiatan yang selalu menyatu dengan guru dan siswa. 

Guru sebagai agen perubahan perlu dan harus siap mengembangkan diri, literasi tidak hanya terbatas pada kegiatan membaca tetapi sudah pada tahap mencipta yaitu kegiatan menulis. 

Karena itu, ia mengajak guru menuangkan karya dalam bentuk buku. “Darinya nanti diharapkan, guru dan siswa menghasilkan produk buku karya mereka sendiri,” tandas pengajar di SMPN 3 Lingsar ini. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lobar Saepul Ahkam mengatakan, pelatihan SAGU SABU mengajak para guru lebih produktif dalam menulis. Maka untuk bisa menghasilkan sebuah karya bagi siswa dan guru, paling tidak kegiatan pelatihan ini, dilaksanakan sampai sepuluh kali. “Agar menjadi terbiasa,” ujarnya. 

Untuk menjadi seorang penulis, perlu memperhatikan empat hal; menulis radikal, komprehensif, sistemik dan teleologi atau tujuan dan maksud. Keempatnya menjadi roh sebuah buku yang bermutu. 

Ia juga menyinggung tentang bagaimana sebuah judul, bisa membuat seseorang penasaran sehingga tertarik untuk membaca karya yang dibuat, termasuk dari sampul buku. “Ini juga tak luput dari perhatian kita,” pungkasnya. 

Sekretaris Dikbud Lobar Khaerudin mengapresiasi kegiatan tersebut, dalam rangka meningkatkan minat baca tulis warga sekolah. “Guru dan siswa, yang hadir dan mengikuti kegiatan ini, serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama