KGP Lombok Barat Beraksi

Jumat, 4 Maret 2022 bertempat di SMAN 1 Gerung Kab. Lombok Barat Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat telah melaksanakan kegiatan Kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Barat dengan tema utama "Sagu Sabu menuju Lombok Barat Cerdas". 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 71 orang Guru Penggerak dan puluhan siswa dari SMAN 1 Gerung. Dalam kesempatan itu bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Lombok Barat

Sebelum kegiatan dimulai, suguhan musikalisasi puisi dipersembahkan oleh tiga orang yang luar biasa, salah satunya merupakan jebolan PPGP Angkatan 2 Kab. Lombok Barat sekaligus menjadi tiga terbaik lulusan Program Guru Penggerak Kab. Lombok Barat. Dia seorang guru mata pelajaran di salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama Kab. Lombok Barat yang bernama Siti Husnul Khotimah, M.Pd.

Kolaborasi KGP dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Barat, kgp, komunitas guru penggerak lombok barat, kgp lombok barat, dinas kearsipan dan perpustakaan lombok barat, H. Saiful Ahkam, kadis kearsipan lombok barat, kadis kearsipan, kadis perpustakaan, guru menulis,

Setelah ruangan kegiatan sudah dipenuhi para Peserta Reading Club', acarapun dimulai. Dalam hal ini ada beberapa agenda kegiatan yang dipaparkan oleh Rahmawati, S.Pd., M.Ed selaku moderator yaitu: pembukaan, sambutan ketua koordinator umum KGP, pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab, penutup/doa.

Setelah dibuka dengan bacaan basmalah yang dipandu oleh moderator sholehah yang sempat menyelesaikan Magister of Education di negeri Kanguru, sang koordinator umum pun memberikan sambutannya terkait dengan kegiatan yang akan dan sedang dilaksanakan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan meningkatnya kompetensi dan kapasitas diri guru penggerak dan  ke depannya para guru penggerak yang tergabung dalam komunitas yang dipimpinnya mampu menghasilkan buku solo sesuai dengan slogan yang diangkat dalam program komunitas yaitu "Sagu Sabu (Satu Guru Satu Buku)". 

Setelah sambutan koordinator umum selesai, tibalah saatnya Bapak H. Saiful Ahkam selaku narasumber memaparkan materi terkait dengan strategi menulis dengan teknik mind map. Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan empat hal yang sangat penting terkait dengan ruh sebuah tulisan yang baik. Adapun keempat hal tersebut adalah radikal, komprehensif, sistemik, dan tujuan. Salah satu strategi narasumber memperjelas keempat istilah di atas, narasumber mengajak para peserta untuk mencari ide tulisan tentang apa saja sebanyak-banyaknya. Setelah mendapatkan ide yang akan ditulis, narasumber menugaskan peserta untuk memilih salah satu dari ide-ide tersebut kemudian mencari hal-hal yang terkait dengan ide tersebut sampai dengan ke akar-akarnya. Setelah semua peserta menemukan ide-ide yang akan ditulis dan membuat mind mappnya, peserta pun diminta untuk mengirimnya lewat WA komunitas. 

Pada kesempatan yang sama, narasumber yang berambut pirang itu memberikan pertanyaan dan juga menjawab pertanyaan dari peserta reading club. Banyak hal yang dikupas dalam sesi tersebut seperti siapa yang sama sekali tidak pernah menulis buku, apa saja jenis tulisan yang sudah dihasilkan, bagaimana menjadi penulis yang baik, dll. Lebih lanjut lagi, narasumber memberikan tiga buah tantangan kepada peserta yaitu tantangan kepada peserta yang berasal dari siswa SMAN 1 Gerung berupa tugas membuat artikel versi siswa tentang "DAN" karya Shela on seven, hormon dalam cerita untuk Ibu Tri Sari Wijayanti, dan membuat artikel krisis sosial yang diangkat dari novel karya Nawal El Saadwi dengan judul "Perempuan di Titik Nol" untuk peserta yang lain.

Agenda terakhir setelah pemaparan materi oleh narasumber adalah penutup atau doa. Pada kesempatan ini, salah seorang perwakilan dari guru penggerak memimpin doa dengan khusyu' dengan harapan apa yang sudah dan akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan tentunya bermanfaat dalam rangka mengemban tugas sebagai pemimpin pembelajaran.

Sejatinya kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik sesuai harapan panitia dan peserta. Namun, sayang sekali sistem pengeras suara tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Terlebih lagi di saat narasumber menyampaikan materinya. Saya salah seorang peserta mulai dari awal hingga kegiatan mau selesai tidak bisa mendengar jelas materi yang disampaikan oleh narasumber. Hal itu disebabkan oleh kurang jelasnya suara narasumber yang kemungkinan disebabkan oleh pemakaian masker ketika berbicara. Bukan itu saja yang menjadi penyebab, pengaturan sound system pun menjadi faktor utamanya. Akibat dari keadaan ini, hampir semua peserta yang duduk dari deretan tengah ke belakang tidak fokus sehingga berpotensi untuk mengalihkan topik pembicaraan.

Selaku salah seorang anggota di komisi publikasi dan dokumentasi, saya menjadikan keadaan ini menjadi sebuah refleksi dan pembelajaran untuk ke depannya. Ke depan, sebelum acara dimulai sound system hendaknya betul-betul dikondisikan siap pakai dan tentunya tidak sengau sehingga ketika narasumber menyampaikan materinya, para peserta dapat mendengarnya dengan jelas sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Semoga aamiin

4 Komentar

  1. Masukkan foto kegiatan. Mantap, terus semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he saya menulis di hp sehingga agak kesulitan untuk pasang foto kegiatan. Biasa mau belajar biar bisa mendekati para senior.

      Hapus
    2. He he saya menulis di hp sehingga agak kesulitan untuk pasang foto kegiatan. Biasa mau belajar biar bisa mendekati para senior.

      Hapus
  2. Semoga audionya lebih baik jadi kami para peserta memahami apa yang di sampaikan

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama