Sebuah Pentigraf "SUARA KAKI SIAPA?"

 

Pentigraf

SUARA KAKI SIAPA?

Ridhan Hadi


Saat itu suasananya begitu mencekam. Tak banyak yang bisa selamat. Mayat bergelimpangan dimana-mana. Bau amis darah tercium begitu tajam. Hanya mereka berdua saja yang berhasil lolos, tak ada yang lain. Mereka terus mencari tempat persembunyian. Berharap bisa selamat dari Kejaran Musuh. 


Persenjataan mereka sudah menipis, tenaga mereka sudah hampir habis. Mereka bersembunyi di balik gedung tua yang hampir roboh. Merencanakan strategi bagaimana mendapatkan tambahan amunisi kembali. Jika harus keluar pasti diserang. Posisi mereka sudah berada dalam kepungan musuh. Tampaknya tinggal menunggu Ajal.


Terdengar suara kaki melangkah mendekati ruangan tempat mereka bersembunyi. Prak..!!! suara pukulan itu tepat kena di kepala Andi. "Cepat bangun berangkat pergi Les Baca Quran. Ustaz Mu sudah menunggu" kata ibunya menghentikan Andi main game Free Fire dari tiga jam yang lalu.


RidhanBlog

Ayo Kita Belajar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama