Tersalib ( Sebuah Pentigraf)

 Pentigfar

"TERSALIB"

Ridhan Hadi

menikmati kopi di caffe, cafe, wanita ngopi, perempuan ngopi, ngopi di cafe

Vina akan segera menikah, kami janjian bertemu di cafe ini. Dia akan mampir sebentar untuk memberiku surat undang pernikahannya. Dia bilang tidak bisa lama karena calon suaminya di Surabaya sedang menunggu. Aku senang Vina yang dulunya pendiam akhirnya mendapatkan jodoh. Jadi, aku tidak perlu lagi mencarikan pasangan untuknya.


Aku juga tidak lama lagi akan segera dilamar. Orangnya sungguh luar biasa. Namanya Agus, Agus Tryo Bijaksono, Dia berhasil meluluhkan hatiku. Kata-kata yang keluar dari mulutnya, bagaikan bait-bait syair pujangga penakluk wanita. Tatapan matanya menggetarkan jiwaku. Hah…, Tak bisa ku ceritakan semuanya. Mas Agus sempurna dimataku. Tiga bulan sudah berlalu dengannya. Waktu yang cukup untuk saling mengenal. Aku juga semakin baik setelah bersama Mas Agus, sudah bukan pemarah lagi. Sekarang, tiada hari tanpa senyuman. Bersama Mas Agus Aku merajut cinta dalam nyata, menggapai mimpi dalam angan. Berjanji untuk bersama dalam ikatan suci.  Mas Agus akan melamarku setelah kembali dari Surabaya.


Ku minum jus yg sudah Aku pesan, Tampa sadar aku melihat seorang wanita cantik di hadapanku. Ya, dia adalah Vina. Aku peluk melepas kangenku padanya. Dia tak bisa lama duduk bersamaku. Dengan bergegas Vina memberikan surat Undangannya dan pergi sambil berteriak padaku agar jangan lupa datang ke pesta pernikahannya. Ku buka surat itu. Tertulis jelas di dalamnya, nama Vina dengan Calon suaminya " Vina Dewanti Putri dan Agus Tryo Bijaksono". Ternyata Mas Agus pergi ke Surabaya untuk menikah dengan Vina. Hatiku hancur.

RidhanBlog

Ayo Kita Belajar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama