Dirgahayu 64 Tahun Lombok BaratKU, Lombok BaratMU, Lombok Barat KITA SEMUA

 Dirgahayu 64 Tahun Lombok BaratKU, Lombok BaratMU, Lombok Barat KITA SEMUA

======================================

Bagi kebanyakan orang, perayaan usia 64 tahun merupakan moment yang sangat penting dan dipandang istimewa. Disebut demikian, karena di usia ini, seseorang termasuk kelompok usia produktif. 

Menurut KBBI, usia produktif adalah usia ketika seseorang masih mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu. 

Usia produktif merupakan modal besar untuk meningkatkan  kesejahteraan,  dan juga daya saing daerah.

Itulah sekelumit pengantar tulisan ini, dalam rangka merefleksi secara singkat 64 tahun Kabupaten Lombok Barat yang bertepatan dengan tanggal 17 April 2022.

Sejarah panjang pun telah ditorehkan oleh daerah ini. Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa daerah ini mampu bereksistensi dan tak lapuk di makan zaman dan mempunyai daya saing dalam era globalisasi yang semakin kompetitif.

Di usia produktif ini, daerah ini telah melahirkan dua daerah yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara. 

Dalam catatan lembaran sejarah pada masa Hindia Belanda, wilayah ini merupakan salah satu Onder Afdeling dibawah Afdeling Lombok yakni Onder Afdeling van wets Lombok yang dipimpin oleh seorang Controleur. Onder Afdeling menurut hirarki kelembangaan sama dengan Regenschap (Kabupaten).

Selanjutnya pada zaman Pemerintah Jepang, status Lombok Barat berubah menjadi  daerah administratif yang disebut Bun Ken yang dikepalai oleh seorang Bun Ken Kanrikan. Status ini berlangsung sampai Jepang menyerahkan kekuasaan kepada sekutu Belanda (NICA).

Di bawah Pemerintah NICA, wilayah Indonesia Timur dijadikan beberapa wilayah administratif yang dinamakan Neo Landschappen termasuk didalamnya semua bekas Afdelings ( Stb. No.l5 th.1947). Di dalam wilayah Neo Landschap Lombok, wilayah Lombok Barat merupakan salah satu wilayah administratif yang dipimpin oleh seorang Hoofdvan Plastselijk Bestuur sebagai  perubahan nama  dari controleur. 

Dalam catatan lembaran sejarah juga. Mantan Bupati almarhum Drs. H. Lalu Mudjitahid mengakhiri Jabatan periode kedua (1994 – 1999), kemudian  Kabupaten Lombok Barat dipimpin oleh almarhum Drs. H. Iskandar untuk masa jabatan 1999 – 2004. Pada Tahun 2000 wilayah Kabupaten Lombok Barat terus dikembangkan dengan membentuk Kecamatan Pembantu masing-masing Kecamatan Pembantu Lingsar, Kecamatan Pembantu Lembar, Kecamatan Pembantu Kayangan, dan Kecamatan Pembantu Pemenang sehingga secara keseluruhan wilayah Lombok Barat terdiri atas 9 Kecamatan dan 4 Kecamatan Pembantu. 

Selanjutnya pada tahun 2001 keempat  Kecamatan Pembantu tersebut ditingkatkan statusnya menjadi Kecamatan. Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2000 wilayah Kecamatan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah, maka wilayah Kabupaten Lombok Barat dapat dimekarkan menjadi 15 Kecamatan yaitu  Kecamatan Bayan, Gangga, Pemenang, Kayangan, Gunung Sari, Batu Layar, Narmada, Lingsar, Labuapi, Kediri, Gerung, Lembar dan Sekotong Tengah.

Pada masa jabatan periode pertama Drs. H. Iskandar, Ibukota Kabupaten  Lombok Barat dipindahkan dari Kota Mataram ke Giri Menang Gerung,  sesuai dengan Rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dengan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor: 135/3638/PUOD tanggal 22 Desember 1999 dan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 49/M.PAN/2/2000 tanggal 2 Pebruari 2000.

Dalam perkembangan selanjutnya berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Lombok Utara (KLU), maka Kabupaten Lombok Barat bagian Utara yaitu Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Kecamatan Bayan adalah merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat masuk ke wilayah Pemerintahan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Berdasarkan Undang-undang tersebut, maka dilantik  Pejabat Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada tanggal 30 Desember 2008, secara administrasi pembentukan Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah resmi, sehingga Kabupaten Lombok Barat yang sebelumnya mewilayahi 15 Kecamatan, kini menjadi 10 (sepuluh) Kecamatan, 88 Desa dan 657 Dusun.

 Kemudian menjelang akhir tahun 2008, pemerintah bersama masyarakat Kabupaten Lombok Barat melaksanakan pemilihan secara langsung oleh rakyat Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat pertama masa jabatan 2009 – 2014, dimana calon yang mendapat dukungan  suara terbanyak adalah pasangan mantan bupati Dr.H.Zaini Arony,M.Pd – almarhum  H.Mahrip,SE.,MM, dan dilantik dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat tanggal, 23 April 2009.

Selanjutnya, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) terpilih periode 2019-2024, H Fauzan Khalid-Hj Sumiatun  resmi dilantik, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah Selasa (23/4). Seperti diketahui bahwa paket  ini merupakan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak yang telah digelar pada 27 Juni 2018. (sumber www.lombokbaratkab.go.id).

Menjadi bagian masyarakat Lombok Barat merupakaan kebanggaan bagi saya. 

Saya lahir dan besar didaerah ini dan pernah mengikuti  berbagai dinamika masa-masa kepemimpinan  mulai mantan bupati almarhum Mujitahid,  mantan bupati almarhum Iskandar, mantan bupati H. Zaini Arony dan Bupati  H. Fauzan Khalid. 

Para pemimpin ini, sejatinya telah menorehkan tinta emas didaerah ini, terlepas dari kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mereka telah berjasa menahkodai daerah ini. 

Dirgahayu Lombok Barat 64 tahun, semoga daerahku  tercinta selalu di berkahi Allah SWT.

Lombok BaratKU Lombok BaratMU, Lombok Barat KITA SEMUA.

Lombok Barat, 17 April 1958 - 17 April 2022

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama