Menulis Buku dari Karya Ilmiah

  

Pertemuan ke-4 Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Rabu, 25 Mei 2022

Narasumber     Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Moderator       Helwiyah




Malam ini adalah pertemuan ke-4 untuk Gelombang ke-25 dan 26 Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Bagi saya malam ini merupakan malam yang lumayan berat dalam pelatihan ini karena sejak dari pagi tadi hingga sore saya telah mengikuti Webinar Orientasi Kurikulum Merdeka yang diadakan oleh Program Pasca Sarjana Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan (MAP) Universitas Mataram. Namun, semangat saya untuk mengikuti pertemuan ke-4 ini hingga tuntas  sangat tinggi.  Apalagi tema pada pertemuan ini sungguh luar biasa. 

Pada pertemuan ke-4 ini, materi diampu oleh narasumber yang masih sangat muda namun memiliki segudang prestasi. Beliau bernama Noralia Purwa Yunita, M.Pd seorang guru di SMP Negeri 8 Semarang. Lebih detil terkait beliau dapat dihubungi lewat email pribadi : noraliapurwa@gmail.com atau WA 087786578494, dan instagram noralia_needtha. Selanjut beliau memberikan materi dengan tema Menulis Buku dari Karya IlmiahSeperti biasa kegiatan dimulai dengan pembukaan, pemaparan materi, tanya jawab, dan  penutup.

Selain memberikan materi Menulis Buku dari Karya Ilmiah beliau juga akan memberikan bonus bagaimana menulis artikel ilmiah untuk jurnal nasional dari KTI.

Dalam menyampaikan materi, narasumber membaginya menjadi tiga sesi. Adapun sesi tersebut adalah sesi I menulis buku dari KTI, sesi 2 menulis artikel dari KTI, dan sesi 3 tanya jawab.

Sesi 1 : Menulis Buku dari Kti

Menurut narasumber, menulis buku dari karya ilmiah dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi penulis. Adapun keuntungan yang bias diperoleh sebagai berikut.

1.   Lebih bermakna dan bermanfaat

Kita bisa membayangkan jika karya itu masih berupa karya tulis ilmiah, pasti hanya disimpan secara pribadi atau disimpan di perpustakaan. Pembacanya siapa?  Sangatlah terbatas. Jika di perpustakaan sekolah, pastilah para warga sekolah. Harapan peneliti tentu karya tulis yang sudah dihasilkan bisa bermanfaat untuk orang banyak. Namun, kalau hanya tersimpan di rumah pribadi atau di perpustakaan sekolah tentu saja hasil penelitian itu berguna pada saat ujian skripsi ataupun pas kenaikan pangkat saja misalnya. Setelah itu hanya menjadi sebuah dokumen yang tersimpan rapi dalam sebuah lemari tanpa dibaca oleh siapapun.

Lalu bagaimana Jika KTI ini diubah menjadi buku? Tentu saja akan berbeda keadaannya. Hasil karya tulis ilmiah dalam bentuk skripsi, tesis, disertasi, dan artikel tidak bisa memberikan makna dan manfaat yang banyak jika hanya masih berbentuk KTI dan tersimpan rapi dalam lemari. Tetapi kalau kalau semua karya tulis dibuat menjadi sebuah buku maka karya kita itu akan bisa tersebar luas ke berbagai daerah se-Nusantara dan bahkan mendunia.

2.   Keutungan materi

Karya tulis yang sudah dibuat menjadi buku dan apabila tersebar ke berbagai penjuru tanah air maupun dunia, tentu proses penyebarannya selain mungkin karena disumbangkan bisa lewat penjualan. Kalau penjualannya bisa meraih predikat best seller, maka sang pemilik karya akan mendapatkan keuntungan finansial yang pantastis. Nah menarik bukan? Kalau masih berbentuk KTI siapa yang mau membeli?

3.   Hasil penelitian akan tersebar luas

KTI yang sudah dikonversi menjadi buku akan mudah diakses oleh banyak pihak. Akibatnya, penelitian yang didapatkan pun akan diketahui oleh masyarakat luas karena bisa dijadikan rujukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pelajar, mahasiswa, guru, dan lain-lain.

4. Penilaian Angka Kredit

Dengan menulis buku tentu sekali dapat memberikan angka kredir bagi ASN. Karena memang tuntutan ASN haruslah ada progres untuk peningkatan profesionalitasnya. Dan ini semua terekam dalam Angka Kredit. KTI menjadi buku dapat digunakan untuk pengajuan angka kredit bagi para guru ASN. Selain itu, poin buku lumayan tinggi pada ketentuan angka kredit sehingga ini sangat menguntungkan bagi bapak ibu guru.

Setelah mengetahui makna dan manfaat dari mengubah KTI menjadi sebuah buku, maka hal terpenting yang harus diketahui adalah bagaimana cara mengubah KTI menjadi buku. Dalam mengubah KTI menjadi buku kita tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan lakukan.

1. Ubah judul KTI yang terkesan kaku dan ilmiah menjadi judul populer yang menarik dan eye catching.

Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh Efektivitas SEM Berbasis Mind Map pada mata pelajaran Kimia untuk meningkatkan pemecahan masalah siswa materi pokok reaksi Redoks. Judul ini merupakan judul skripsi yang terkesan kaku,  kurang menarik, terlalu ilmiah, panjang, dan kurang eye catching. Agar judul ini tidak terkesan kaku dan terlalu ilmiah, judul ini bisa diubah menjadi Metode SEMMI dalam Pembelajaran Sains Abad 21. Judul ini menjadi lebih singkat, padat dan jelas namun tidak terkesan kaku

2. Ubah Daftar Isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa:

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus-rumus statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun ketika diubah menjadi buku, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (Why) menjelaskan masalah umum pembelajaran sains, pentingnya metode pembelajaran yang menarik untuk siswa, alasan metode SEMMI dalam pembelajaran.

Bab 2 (APA) menjelaskan apa itu metode pembelajaran, metode SEMMI, karakteristik metode, pembelajaran sains abad 21

Bab 3,4,5, dan seterusnya (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya. Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi:

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran SEMMI

Jika dikonversi menjadi Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai…

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah

3. Pada bab I Karya ilmiah yang biasanya menuliskan tentang:

o  Rumusan masalah

o  tujuan penelitian

o  manfaat penelitian

o  definisi operasional

o  hasil penelitian terkait

Ini semua harus dihapus ketika mengkonversinya menjadi buku

4. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat.

5. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan.

Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir, dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

6. Kaitkan dengan kondisi terkini agar buku kita lebih mengikuti jaman.

Sebagai contoh, judul diatas merupakan skripsi tahun 2011, namun ketika mengubahnya menjadi buku, saya kaitkan dengan pembelajaran abad 21 yang lebih menekankan kepada 4C yaitu keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi dan kreativitas. Dengan demikian, buku yang dibuat dapat dijadikan salah satu alternatif solusi pembelajaran sekarang ini.

7. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e-book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.

8. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.

9. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan  huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

SESI 2 : Menulis Artikel ilmiah untuk Jurnal dari KTI

Dalam kesempatan ini, sebagaimana janji narasumber di awal pertemuan bahwa, selain akan menyampaikan materi bagaimana mengubah karya ilmiah menjadi sebuah buku, juga akan memberikan bonus berupa tips dan trik menulis artikel ilmiah pada jurnal nasional.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

Tulis artikel sesuai dengan template jurnal uang dituju. Biasanya ini yang tidak diperhatikan. Tiap jurnal pasti memiliki template yang berbeda. Jika artikel yang masuk tidak sesuai template, otomatis akan langsung ditolak oleh pengelola sebagus apapun penelitiannya

Judul singkat, padat, jelas, dan tetap ilmiah. Hindari penggunaan singkatan pada judul dan kata kunci wajib disematkan dalam judul.

Baris kepemilikan artinya peneliti atau penulis artikel tersebut. Dalam hal ini yang benar-benar terlibat baik dalam hal perencanaan penelitian, pelaksanaan penelitian hingga pelaporan penelitian. Baris kepemilikan biasanya mencantumkan nama (tanpa gelar), instansi, jabatan akademik.

Abstrak biasanya berisi tujuan penelitian, metode penelitian, hasil dan simpulan. Karena jumlah kata dalam abstrak sangatlah terbatas (panjang abstrak tiap jurnal berbeda), maka latar belakang masalah dan tinjauan Pustaka tidak perlu dimasukkan.

Penulisan keyword pada abstrak, sebaiknya 3 sampai 5 KATA, dipisahkan ;, dan tanpa kata penghubung

Pendahuluan berisi latar belakang masalah, sedikit tinjauan Pustaka, rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Pada bagian metode penelitian, hindari penulisan rumus statistika yang berlebihan. Bagian ini cukup berisi subyek penelitian, desain penelitian (dalam bentuk bagan), teknik pengambilan data, analisis data (tanpa rumus statistika). WAJIB ada juga sumber rujukan dari metode yang digunakan.

Perbanyak penggunaan tabel atau diagram untuk menyajikan hasil penelitian. Pembahasan hasil penelitian dikaitkan dengan teori yang sudah dikemukakan oleh ahli sebelumnya

Simpulan merupakan JAWABAN dari rumusan masalah yang diajukan dan ditulis dalam bentuk paragraf (bukan numerical). Namun tata cara penulisan tetap mengacu pada template yang ada pada jurnal yang dituju.

Demikian bu helwiya sedikit pengalaman yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Selain mendapatkan pengetahuan dari materi yang dipaparkan oleh narasumber, banyak lagi pengetahuan luar biasa yang diperoleh dari jawaban narasumber terkait dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta pelatihan. Adapun pertanyaan mereka sebagai berikut.

P1

Assalamualaikum. Ijin bertanya

Saya : Ahmad Sahudin, S.Pd

Asal Kabupaten : Lombok Barat NTB

Saya sangat tertarik sekali dengan materi malam ini, di mana kita bisa menulis buku dari KTI yang sudah kita lakukan. Selain kita bisa menulis buku dari karya tulis ilmiah pribadi, apakah boleh kita menulis buku dari KTI orang lain? Apakah termasuk plagiarisme bila kita menulis buku dari KTI orang lain walaupun kita sudah mengeditnya sedemikian sehingga sudah tidak terkesan plagiat? Terima kasih. Wassalamu'alaikum

Salam kenal bapak Sahudin yang hebat 

Jika kita menulis KTI karya orang lain, bukan tidak diperbolehkan, tetapi ada tata krama nya, yaitu harus ijin dahulu dengan si empunya KTI. Dan pemilik KTI, tetap harus disematkan namanya sebagai penulis dalam buku yang merupakan konversi dari KTI tersebut.

Jika tidak dilakukan, maka termasuk pencurian hasil karya milik orang lain dan hal ini sangat dilarang dalam dunia kepenulisan.

Jadi, lebih baik karya kita sendiri kita ubah menjadi buku atau boleh mengubah dari karya orang lain DENGAN CATATAN ijin dahulu dan menyematkan nama penulis KTI sebagai penulis buku

Mau diubah apapun isinya, namun tetap ide ada di tangan penulis asli. Jadi, jika tidak disematkan nama penulis asli, masuknya tidak lagi Plagiarisme namun lebih kepada pencurian karya orang lain

P2

Assalamualaikum wr.wb.

Perkenalkan Saya Syamsul Hidayati ( yati) dari SMAN 1 Tiumang.

Izin sampaikan pertanyaan ya Bu Ewi.

Wah, Materi dari Bu Noralia, Saya sangat tertarik dengan materi ini, karena memang tidak mudah menjadikan karya ilmiah menjadi buku. Malah selama ini Saya tidak terpikir bisa dibukukan.

Jika di jadikan buku, berarti kita harus memahami tata bahasa yang berbeda dengan laporan, dan harus dengan kaidah yang sesuai. Bagaimana memperbaiki dan memperdalam tata bahasa yang efektif bu?. Seringkali bahasa yang digunakan bercampur genre. Atau ada sumber yang bisa di pelajari bu?

Diksi, tata bahasa, penggunaan EYD dapat dipelajari dari banyak membaca buku sejenis atau buku non fiksi karena konversi buku dari KTI ini tergolong buku non fiksi sehingga tata bahasanya tetap baku namun tidak kaku.

Sementara untuk EYD dan tanda baca dapat dipelajari dari PUEBI dan sejenisnya

P3

Assalamu'alaikum ibu

Perkenalkan saya indaryati dari Temanggung mau bertanya

Untuk ilmu merubah karu tulis PTK menjadi buku apakah sama?

Karena saya belum pernah mencoba melakukan, siapa yang akan mengoreksi bila PTK yang saya ubah ini sudah pas, sesuai yang di inginkan? Haruskah ada editor atau pendampingan? Terimakasih kesempatannya.

Nanti bisa japri saya bu jika membutuhkan bantuan, InsyaAllah siap memberikan masukan dan pendampingan.

P4

Selamat malam Bu Helwiyah dan Bu Noralia

Saya Elen, SD Candle Tree Serpong

Topik malam ini terkesan berat tapi menarik

Saya menyimak dan berpikir KTI (Karya Tulis Ilmiah) dari hasil PTK akan menjadi materi/ bahan tulisan yang menarik utk dijadikan buku.

Sepengetahuan saya karya ilmiah harus bersifat objektif karena menunjukkan fakta dan data dari hasil analisisnya.

Pertanyaan saya:

Bolehkah KTI yg akan "diubah" menjadi buku ditambah dengan opini dan perasaan penulis?

Bagaimana caranya supaya tetap objektif?

Salam kenal dan selamat malam bu Elen

Boleh dimasukkan opini penulis pada kelebihan dan kelemahan sehingga pembaca akan mengetahui sisi positif dan negatif dari pembelajaran yang ditawarkan.

Selain itu, dapat juga diperkuat dengan teori yang dikemukakan oleh ahli dalam penelitian sejenis agar lebih memperkuat opini yang kita ajukan

P5

Assalamu'alaikum,,,,selamat mlm bunda Helwiya,

MasyaAllah begetar rasanya baca profil beliau, keren ♥️

🔰 Bagaimana cara cepatnya mengubah karya ilmiah mnjadi sebuah buku dan berapa lama dalam penerbitannya?

🔰 Hal-hal apa saja yang biasanya jadi kendala dalam mengubah karya ilmiah ke dalam sebuah buku?

🔰 Minta kalimat motivasi ibu biar semangatnya kaya ibu.

1. Ikuti petunjuk di atas bu agar lebih cepat konversi KTI menjadi buku. Mengenai jangka waktu penerbitan, pengalaman saya terjun di dunia penerbitan, untuk sekarang ini lebih lama karena perpusnas sedang selektif masalah ISBN. Jadi memang butuh waktu. Namun normalnya biasanya 2-3 minggu buku sudah sampai ke tangan penulis.

2. Kendala terbesar yang pernah saya alami adalah diri sendiri Bu,  lebih tepatnya pada malas. Hehe.. Karena jika sudah malas, mau ada ide apapun tidak akan pernah jadi karyanya. Jadi memang harus sistem pemaksaan agar karya itu cepat selesai

3. Dapat berkarya di tengah kegiatan itu biasa, namun berkarya di tengah kesibukan yang begitu banyaknya itu baru luar biasa.

P6

Oktavia Hadianingsih

Palangka Raya

Pertanyaan:

Assalamualaikum, salam kenal Bu Nora.

Izin bertanya

Adakah batasan umur atau lama KTI yg telah ditulis, jika akan dijadikan buku?

Terima kasih atas jawabannya .

Kalau dari aturan artikel untuk jurnal biasanya 7-8 tahun terakhir,, buku mungkin sama. Namun jika terpaksa lebih daripada itu, usahakan pembahasan buku dikaitkan dengan kondisi sekarang sehingga isi buku jauh lebih kekinian dan terbaru

Literasi: P7

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Perkenalkan, nama saya Kasiatun dari SDN 006 Pompa Air Kec. Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Riau.

Izin bertanya, Bu.

Pada hipotesis dan hasilnya penelitian tersebut, apakah hanya dijabarkan dalam kalimat saja. Tidak perlu disebutkan angka perhitungannya atau hanya dituliskan presentasinya saja.

Dan pada daftar pustaka tersebut kita masih cantumkan atau dihilangkan jika sudah kita buat dalam bentuk buku.

Terima kasih, Bu.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

1. Hipotesis tidak perlu dimasukkan bu,, untuk hasil penelitian, dimasukkan dalam bentuk hasil secara global saja. Contoh pembelajaran dengan metode....telah penulis laksanakan di sekolah... Pada kelas.... Dan menghasilkan peningkatan hasil belajar sebesar... %.

Hanya seperti itu saja bu,, untuk perhitungannya tidak perlu dimasukkan.

Perbanyak pembahasan mengapa hasil sekian persen tersebut dapat dicapai dan jangan lupa berikan opini kita dan kaitkan dengan teori dari penelitian sejenis .

2. Daftar Pustaka yang dimasukkan HANYA daftar pustaka yang ada pada buku saja. Jadi pasti akan beda antara kedua daftar pustaka tersebut. Bisa dikurangi atau bertambah sesuai dengan isi dari buku yang ditulis. Tidak semua daftar pustaka pada KTI dimasukkan dalam buku.

P8

Assalamualaikum ibu. Saya Bu Elmi dari Siak Riau. Pembahasan malam ini sangat luar biasa, saya sampai bingung mau bertanya apa, tapi ada satu yang mau saya tanyakan ibu. Bagaimana cara membuat tabel yang simpel dalam menyajikan hasil penelitian. Mohon bimbingannya ibu... terimakasih.

Untuk pembuatan tabel yang mudah,  harus paham terlebih dahulu variabel terikat dan bebas dari penelitian.

Apa saja yang mau diukur dan data apa yang akan diambil.

Contohnya untuk Data HASIL BELAJAR, maka nilai pengetahuan yang harus diambil datanya.

Jadi terdapat kolom nama siswa, nilai pada siklus I, nilai pada siklus II, kenaikan nilai

Dengan demikian pembaca akan lebih mudah membaca data, apakah ada perbedaan pada siklus I dan selanjutnya

P9

Assalamualaikum...

Perkenalkan nama saya Rusdawati dari Palangka Raya.

Saya punya buku yg berasal dari tesis yg diterbitkan oleh pihak kampus. Terus terang saya tidak terlibat dalam proses pembuatan buku tersebut. Ketika menyimak materi bu Norlia, saya buka buku ternyata sama persis isinya dengan ketika jd tesis dulu.

pertanyasn saya 1. Apakah bisa seandainya saya ingin menerbitkan ulang tesis saya ini jadi buku dengan merubah sesuai dengan kaidah yg sdh disampaikan ibu.

2. Apakh ketika diubah jadi buku, tidak perlu mencantumkan objek serta tempat penelitian.

Boleh ibu,. Ada dua opsi penerbitan :

1. Dengan judul sama namun ada tambahan kata EDISI REVISI, maka nanti bisa diterbitkan ulang dan dapat ISBN baru

2. Diterbitkan dengan judul yang berbeda dari naskah sebelumnya

Objek penelitian dapat disematkan pada pembahasan tentang hasil penelitian dimana kalimat pengantarnya bisa sebagai berikut :

Pada bab ini merupakan uraian hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di sekolah  .... Pada kelas....Namun tetap tidak berlebihan dalam memasukkan data penelitian dan hasil statistika penelitian

P10

assalamualaikum wr wb,,

perkenalkan nama Tuhu Setyono dari Riau

izin bertanya buk,,

apakah semua karya ilmiah, seperti skripsi dan tesis, bisa dijadikan buku seperti penjelasan ibu? apakah skripsi tentang media pembelajaran cocok dibukukan, melihat banyak gambar aplikasi nya?

Semua KTI bisa dibukukan pak asal mengikuti aturan yang ada dan tidak asal ganti judul namun isi buku sama persis dengan KTI kita.

Wah,, kalau yang ini sangat cocok dan sekarang sedang dicari bapak.. Buku-buku tentang tutorial pembuatan media pembelajaran sekarang sedang diminati. Banyak gambar boleh, yang tidak disarankan adalah banyak diagram hasil analisis data

10 pertanyaan sudah terjawab dengan baik dan tuntas.  ...semoga bisa memotivasi untuk terciptanya buku dari karya ilmiah kita. ..

Literasi: Mungkin masih ada pertanyaan yang tersimpan di benak peserta,namun waktu jua yang membatasi....

Materi pada pertemuan ke-4 ini diakhiri dengan closing statement oleh Bunda Noralia Purwa Yunita selaku narasumber sebagai berikut Dapat menghasilkan karya di tengah kegiatan itu biasa, namun menghasilkan karya di tengah kesibukan yang begitu banyak itu istimewa.

Akhirnya sebagai bentuk apresiasi kepada Bu Noralia, saya ucapakan terima kasih banyak atas ilmu pengetahuan luar biasa yang diberikan malam ini. Semoga memberiakn manfaat yang luar biasa untuk banyak orang.

Salam literasi!

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama