Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi

 

Pertemuan ke-3 Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Senin, 24 Mei 2022

Narasumber       : Rita Wati, S.Kom

Moderator          : Rosminiyati

Malam ini adalah malam yang luar biasa bagi saya karena dalam kegiatan lanjutan Pelatihan Belajar Menulis saya dapat belajar dari narasumber yang luar biasa menginspirasi. Dalam waktu singkat berangkat dari kegiatan belajar menulis pada gelombang sebelumya (gelombang 10), sekarang bisa menjadi narasumber. Belum lagi dengan torehan-torehan segudang aksi nyata dan prestasi lainnya. Melihat titik awal beliau yang merupakan guru biasa sekaligus operator dapodik, sekarang menjadi guru luar biasa yang bisa berkiprah sebagai narasumber berskala nasional. Sekarang ini beliau sudah mendapatkan tawaran sebagai kurator, editor, moderator, dan sekarang sudah diundang sebagai narasumber. Selain itu, beliau juga terpilih menjadi Guru Inspiratif Kemendikbud Ristek Tahun 2021.

Selanjut beliau memberikan materi dengan topik “Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi”. Seperti biasa kegiatan dimulai dengan pembukaan, pemaparan materi, tanya jawab, dan  penutup.

Cara beliau mengeksplorasi karakter peserta terkait kegiatan menulis sangat luar biasa. Beliau mengajukan pertanyaan pemantik seperti: Apa tujuan mengikuti pelatihan belajar menulis? Apa yang akan dilakukan untuk meraih tujuan? Apa yang dirasakan sebagai penulis pemula? Luar biasa sekali menurut saya. Dengan pertanyaan pemantik tersebut, para peserta memiliki beragam jawaban sesuai dengan karakter masing-masing. Adapun untuk menjawab pertanyaan pemantik yang beliau lontarkan sudah disedian tautan sehingga jawaban masing-masing peserta langsung terekam secara real time.

Selain itu sebelum masuk ke materi inti, beliau melontarkan pertanyaan: “Apa yang Bapak/Ibu rasakan sebagai penulis pemula? Dari pertanyaan beliau ini, peserta diminta menjawabnya dalam hati saja. Namun, jawaban yang berpotensi muncul dari peserta menurut beliau kira-kira seperti: susah ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, menunda-nunda, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, bingung mau menulis dari mana, dan merasa tulisannya jelek tidak layak baca. Begitulah kira-kira jawaban peserta pelatihan versi beliau.

Dari jawaban tersebut di atas, oleh beliau memang dirasakan sendiri oleh beliau dulu di awal-awal sebelum seperti sekarang ini. Untuk itu beliau memberikan sebuah solusi jitu. Adapun solusinya adalah peserta harus menjadi bagian dari komunitas belajar menulis. Dalam komunitas belajar menulis akan banyak manfaat yang akan didapat seperti: wahana untuk saling berbagi, menginspirasi, memberi masukan, saling mengapresiasi tulisan satu sama lain demi perbaikan dan menumbuhkembangkan semangat menulis. Selain itu peserta akan menjadi sosok yang percaya diri dan dapat menjadi peserta lain menjadi pusat inspirasi.

Beliau mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis, peserta haruslah banyka-banyak membaca sehingga dari membaca itu akan ditemukan ide-ide untuk menulis. Membaca tiu tidak mesti harus membaca buku akan tetapi membaca kejadian atau peristiwa yang bahagia tau sedih kemudian dituangkan ke dalam tulisan sehingga menjadi ajang latihan seseorang dalam belajar menulis. Dengan demikian lambat laun peserta terbiasa menulis dalam berbagai bentuk tulisan.

Dulu ketika beliau berstatus sebagai peserta belajar menulis, beliau punya prinsip “Dalam mengikuti kelas belajar menulis kita harus berani menerima tantangan sehingga lambat laun akan menghasilkan sebuah karya. Beliau menjelaskan setidaknya ada 7 rahasia menulis dan menerbitkan buku dan berprestasi. Adapun ketujuh hal tersebut sebagai berikut.

1.   Bapak/ibu tentukan dulu apa tujuan/ motivasi bapak/ibu menulis, apa hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat,  bisa jadi karena ingin mendapatkan uang. Semua motivasi yang saya sebutkan baik tidak ada salahnya.

2.    Setelah menentukan motivasi hal selanjutnya Bpk/ibu mulai menulis, menulis apa saja yang ada di dalam pikiran Bpk/ibu tentang lingkungan sekitar, tentang siswa, tentang binatang kesayangan, hal-hal yang Bpk/ibu senangi atau kuasai.

3.  Tuangkan semua ide yang ada ‘tunda dulu’ untuk mengedit tuntaskan semua ide dalam tulisan hinggaselesai.

4.   Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi  menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5.       Lakukan setiap hari

6.   Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep atau TOC jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.

7.  Mulailah join menulis Buku Antologi (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri  menjadi seorang penulis).

Apabila 7 point di atas telah di kerjakan, tidak perlu menunggu lama Bpk/Ibu akan lebih cepat  menerbitkan buku sendiri dan menjadi seorang penulis. Untuk meraih prestasi Bpk/ibu tinggal memberanikan diri saja untuk ikut serta dalam kompetisi menulis, seperti lomba blog, essay, cerpen dll. Awal-awal kalah tidak masalah semua berawal dari kekalahan yang pasti jangan pernah menyerah karena banyak pembelajaran yang akan kita dapati kalau kita selalu memperhatikan tulisan para pemenang.

Selanjutnya narasumber berusaha mencari jurus-jurus jitu agar tulisan peserta menjadi lebih berkualitas, enak dibaca, tulisan harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar kepenulisan. Kaidah-kaidah dasar menulis sangat penting untuk diketahui seperti berdasarkan pengalaman saat menjadi kurator dan editor. Setidaknya ada 7 kaidah dasar kepenulisan agar portensi kesalahan semakin berkurang. Ke-7 kaidah dasar menulis tersebut sebagai berikut.

1.      Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat. (bisa jadi karena buru-buru dalam menulis)

2.   Paragraf panjang-panjang. (usahakan paragraph tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf. Terlebih kalau di blog usahakan

3.       hanya 5-7 baris saja.

Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).

Kata baku. (bisa install KBBI V).

4.      Buang kata-kata yang tidak efektif..

5.  Penggunaan istilah asing yang sering keliru / cari referensi yang benar sehingga tulisan kita berkualitas.

6.     Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung

Sebenarnya itu adalah kesalahan dasar saja tapi sebaiknya jika Bpk/Ibu sedang menulis tuangkan saja semua ide sampai selesai setelah itu baru dibaca ulang dan lakukan pengeditan. Iya Bapak/Ibu  belum mampu jangan khawatir masih ada editor. Selain materi disampaikan oleh narasumber, tambahan pengalaman dan solusi juga diperoleh dari ruang Tanya jawab dan diskusi. Dalam kesempatan ini banyak yang bertanya sesuai dengan materi ajar. Adapun mereka yang bertanya sebagai berikut.

P 1

Assalamualaikum, izin bu

Saya Syamsul Hidayati, SMAN 1 Tiumang, Dharmasraya

Sering kali saat sudah mendapatkan ide, menuangkan dalam bentuk tulisan, namun di tengah menulis , terhenti begitu saja kadang kehilangan genre apa yg mau di tulis. Tidak tahu harus memulai darimana lagi.

Apakah ada kiat khusus supaya kita tidak kehilangan momentum di tengah - tengah bu.? mohon sarannya bu. Terima kasih

Walaikumussalam wr.wb Pak Syamsul Hidayati, SMAN 1 Tiumang, Dharmasraya

Sebaiknya sebelum menulis Bapak membuat peta konsep ataupun Table of Content (seperti daftar isi) sehingga Bapak bisa menulis lebih terarah dan yang pasti tidak akan kehilangan genre.

P 2

Umi Rembang Jateng

Maaf Bu Rita, bagaimana membuat cara membuat kalimat pembuka/pendahuluan yang bisa membuat pembaca semakin penasaran dan semakin tertarik dg tulisan kita.

Terimakasih

Terimakasih Bu Umi dari Rembang Pertanyaan yang menarik sekali. Jujur untuk membuat kalimat pembuka ini saya masih banyak belajar untuk menarik perhatian orang. Saat ini saya membuat kalimat pendahuluan itu berupa quote, puisi ataupun akronim .

P 3

Selamat malam Bu Ros dan Bu Rita

Saya Elen dari SD Candle Tree Serpong

Saya mengajar Bahasa Indonesia Kelas VI

Sekolah kami punya Majalah Sekolah PORCIL (Reporter Cilik)

Majalah ini tempat anak-anak menuangkan karya kreativitas mereka, baik berupa cerpen, puisi, lukisan, dll.

Pertanyaan saya:

Bisakah majalah ini dibukukan?

Rosmiyati Pelatihan Belajar Menulis: Silakan, Bu.

baik bu

Terimakasih Bu Elen

Untuk majalah jika mau dibukukan sebaiknya Ibu memilih tema yang sejenis, missal ibu mau membukukan tulisan cerpen anak. Jadi ibu mengarahkan siswa untuk menulis cerpen kemudian cerpen yang terpilih ataupun puisi bisa dijadikan buku, Begitu juga dengan tema lainnya yang sejenis

P 4

Assalamualaikum

Fitriana

Kota tolitoli

Saya, sudah mncoba menulis.... Alhamdulillah kisah perjalanan hidup dri msih skolah hingga slsai kuliah,,, tpi.... Msih ragu tuk d bukukan... tkutnya d tolak🀭.... Apa ada tips atau saran bu???

Walaikumsualam wr.wb Bu Fitriana

Alhamdulillah ibu sudah menulis tinggal ibu memutuskan untuk memilih penerbit. Jika Penerbit mayor untuk ditolak rasanya lebih besar karena penulis belum dikenal. Jadi saya sarankan jika ibu mau menerbitkan silakan diterbitkan di penerbit Indie saja.

P 5

Selamat malam,

Perkenalkan saya bapa Sim Chung Wei,  dari Jakarta. 

Izin bertanya bagaimana kita tau kalimat kita tidak efektif? Apakah kita perlu patner sebagai Editor?

Rosmiyati Pelatihan Belajar Menulis: Silakan, Bu ...

Selaman malam Pak Sim Chung Wei,  dari Jakarta. 

Kita mengetahui kalau kalimat itu tidak efektif kalau kita sudah membacanya berulang-ulang sebagai contoh penulis pemula paling banyak menggunakan kalimat tidak efektif.

Misal dalam menjelaskan sesuatu mereka menggunakan kata jika akan, ataupun agar supaya padahal cukup agar atau supaya saja. Makanya kita perlu editor, karena seteliti apapun kita masih ada yang keliru.

Rosmiyati Pelatihan Belajar Menulis: P 6

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Saya Bu Sumiati asal Lombok Barat. Saya guru kimia, bu.

 

Bu bagaimana kiat-kiat membuat tulisan yang bisa menarik minat orang-orang yg tidak mengenal kita tertarik utk membacanya??karena selama ini kalau penulis tidak kita kenal kita kurang tertarik untuk membaca tulisannya.

Terimakasih sebelumnya πŸ™πŸΏπŸ™πŸΏ

Walaikumsualam wr.wb

Salam kenal Bu Sumiati.

Kiat menulis agar orang berminat membaca tulisan kita karena kita belum dikenal. Seperti yang di awal saya jelaskan tujuan Ibu menulis apa?

Jika ingin dibaca banyak orang maka Ibu harus menulis tema populer. Seperti contoh yang lagi hits sekarang ini tentang sea games jika ibu tulis maka akan banyak yang membaca. Tapi jika ibu menulis tentang apa yang ibu senangi untuk membuat orang menarik membaca semua perlu proses.

Rosmiyati Pelatihan Belajar Menulis: P 7

Ahmad Sahudin, S.Pd

Asal Kab. Lombok Barat NTB

Assalamualaikum. Bu ijin bertanya.

Selama ini saya berusaha untuk mencoba menulis, bahkan pernah ikut dalam menulis antologi. Tapi setelah itu saya jika ingin menulis lagi kok selalu merasa saya tidak mampu dan terkadang berat sekali. Ide-ide menjadi hilang begitu saja. Ada juga tulisan terkait sejarah hidup sendiri tapi sampai sekarang tak kunjung selesai. Bagaimana caranya agar saya bisa terus-terusan menulis walaupun masih belepotan dari segi kualitas yang penting bisa menulis sampai tuntas? Terima kasih

Wassalam

Walaikumsualam wr.wb Ahmad Sahudin, S.Pd

Salam kenal Bapak Nanti ada tema khusus tentang Block Writing, pemateri selanjutnya. Cuma saran saya Bpk harus banyak Blog Walking atau membaca apa saja membaca status teman, melihat kejadian di jalan, di rumah, di sekolah jika Bpk perhatikan pasti ada ide untuk dituangkan dalam menulis. Pointnya Bpk harus membiasakan diri untuk menulis .Seperti quoate Om Jay yang spektakuler dan sudah saya buktikan Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi

P 8

Kenalkan sy St.Alkhoriyah dari Kebumen.

Wah semakin memanas hati nurani ini.

Setelah menyimak youtube ibu langsung sy subscribe malah saya menyimak dan terpana. Karena sy masuk tingkat TK dlm hal membuat blog.

Pertanyaannya

Bagaimana caranya agar blog yang kita buat bisa menarik dan bdgaimana cara memilih konten berkualitas.

Bolehkah ikut belajar ttg blog.bagi ilmu ngeblog

wah ilmu ibu sdh di langit sedang ilmu saya masih di bumi.

Terima kasih

Salam kenal Bu St.Alkhoriyah dari Kebumen.

Terimakasih Bu atas subcribenya dan supportnya.

Untuk blog untuk konten berkualitas menurut saya semua konten berkualitas yang terpenting tidak mengandung SARA dan tidak plagiat.

Untuk memilih konten saya serahkan kepada ibu mau membahas apa blog ibu apakah satu tema besar missal pendidikan ataupun campur saru. Jika ingin belajar monggi semoa saya bisa membantu. Untuk ilmu kita sama-sama masih belajar bu hanya saja kebetulan saya duluan.

P 9

Oktavia Hadianingsih

Palangka Raya, Kalteng

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum....salam kenal Ibu Rita Wati πŸ™ Izin bertanya

Bagaimana kiat agar tulisan itu bisa mengalir natural sehingga enak dibaca?

Walaikumussalan Bu Oktavia salam kenal

Agar tulisan mengalir enak dibaca dan natural ibu menulis apa yang ibu senangi kemudian ibu tuangkan tulisan ibu hingga tuntas. Contoh ibu sedang menceritakan kejadian pada saat ibu mengajar. Karena ibu alami sendiri maka tulisan pasti akan mengalir.

Kiat tulisan agar enak dibaca. setelah selesai minimal ibu baca 3 kali dan baca dengan suara keras agar ketahuan bagian mana yang kurang enak sehingga bisa diperbaiki

Rosmiyati Pelatihan Belajar Menulis: P 10

Selamat malam Bu,

Perkenalkan saya Husna, dari SDN 10 Langkai kota Palangkaraya.

Bagaimana memunculkan rasa percaya diri dalam menulis.

Saya ada beberapa naskah tulisan, namun sepertinya kurang percaya diri untuk posting.

Dan bagaimana mengatasi writer's block?

Rosmiyati Pelatihan Belajar Menulis: Silakan ....

Selamat malam Ibu Husan, slaam kenal

Ibu bergabung di komunitas BM ini adalah salah satu cara untuk membagkitkan rasa percaya diri ibu Sekarang saya sarankan naskah yang sudah ibu tulis silakan di posting di blog kemudian share di group. Bisa jadi tulisan yang tidak ibu pede itu bermanfaat bagi orang lain.

Untuk mengatasi writer's block, silakan BW ke blog temen-temen, ataupun membaca buku yang disenangi.

P 11

Assalamualaikum ibu. Saya Bu Elmi dari Siak Riau. Saya ingin bertanya ibu. Bagaimana caranya membuat tulisan kita agar ada rasa nya gitu seperti sayur tidak hambar. Seperti mbaca Al-Qur'an, ada Zuk nya gitu ibu. Jadi orang yang mendengar bisa merinding. Begitu juga orang mbaca buku kita bisa ikut menangis. Mohon arahannya bu. Terimakasih ibu

Walaikumussalam Bu Elmi salam kenal

Membuat tulisan agar ada rasanya, harus banyak berlatih ya Bu, saya yakin semua penulis maupun yang sudah terkenal masih terus belajar bagaimana membuat tulisan agar ada rasa. Membuat orang membaca karya kita hingga menangis, merinding biasanya tulisan fiksi berupa novel, cerpen ataupun puisi

P 12

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Saya Atin Mintarsih asal serang Banten. izin bertanya ibu πŸ™

Ibu bagaimana mengatur waktu agar bisa setiap hari untuk menulis? saya punya balita dan itu membuat waktu saya terbatas di depan laptop bahkan ketika pegang HP pun tidak sempat harus menunggu anak-anak tertidur atau mencuri waktu luang ketika anak main, bagaimana kiat-kiat agar motivasi menulis tetap stabil dan selalu semanggat membuat tulisan setiap hari walau dengan keadaan yang sulit sekalipun atau sedang banyak kerjaan yang harus sama-sama diselesaikan?

hatur nuhun sebelumnya ibu πŸ™

Salam kenal Bu Atin Mintasih

Pertanyaan seperti ini saya berharap jawaban ada pada ibu sendiri. Karena ibulah yang paling tahu kapan waktu terbaik ibu menulis dengan keadaan seperti itu. Sebagai contoh saat ini saya Guru mengajar 12 kelas, Operator Dapodik, nyambi kuliah yang tentu saja banyak tugas, nyambi mengisi materi, konten youtube, menulis di blog. Poinnya manajemen waktu. Karena jika punya bayi tentu kesibukkannya berbeda. Smeoga ibu dipermudahkan untuk menulis ya.

P 13

assalamualaikum wr wb..

izin bertanya nama Tuhu setyono,

Bagaimana Menghilangkan Mute Malas saat menulis,, dan apa saja kiat2 biar selalu bahagia dan serasa ingin terus menulis? dan bagaimana bisa menulis tulisan yang bisa dibukukan/ dijadikan sebuah buku?

Walaikumussalam wr.wb

Salam kenal Pak Tuhu

Menghilangkan mute malas menulis adalah kembali ke tujuan awal masih ingin jadi penulis atau tidak? Masih ingin punya karya atau tidak? Kiat agar selalu bahagia dan serasa ingin menulis adalah tetap beraada di komunitas BM tuangkan ide tulisan posting ke dalam blog kemudian share. Jika ingin dibukukan tulisan yang ada di blog jika sudah banyak tinggal dibukukan dan cari penerbit.

P 14

Salam, Bu Rita, terimakasih Bu rosminiyati menyambungkan pertanyaan saya.

Saya Bu Novi dari Jakarta, pada pertemuan ketiga ini, kegiatan semakin menarik. Merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk berjumpa bersama dalam kegiatan belajar menulis ini.

Pertanyaan saya, bagaimana memilih idea untuk buku yang akan dituliskan?

Bagaimana menuliskan potongan-potongan idea atau bahan buku kemudian menjadi sebuah buku?

Yang pertama ibu lakukan adalah memilih tema apa yang ingin ibu tulis

Kemudian buat Toc

JUDUL BUKU

MANAGEMENT KNOWLEDGE:

(Managemen Kelas Online )

Prof Ekoji & Rita Wati

 

Bab 1. Pendahuluan / Prolog

Bab 2.  Pengertian

a.         Pengertian Knowledge management

b.         Pentingnya Managemen Knowledge

c.         Strategi managemen knowledge

d.         Menanamkan Knowledge yang Baik

e.         Digital Knowledge

f.          Managemen Kelas Online


Bab 3. Technology

a.         Social Network

b.         Groupware

c.         Content management

d.         Telepresence

e.         Semantic technology

Bab 4 Teleconference Kelas Online

a.         E-mail

b.         Whatsapp Group

c.         Webex

d.         Google meet

e.         Zoom


P 15

Assalamu'alaikum

Nama saya Siti Fadilah, dari Demak Jawa Tengah.

Bu, sy masih jadi penulis awal.

Kendala yg sy hadapi, sy kalau menulis tidak bs langsung di depan laptop. Biasanya sy tulis di buku dulu baru sy ketik di laptop, memang lebih ribet tapi kalau menulis di buku sy bs menuangkan ide2, kalau langsung di depan laptop malah terasa blank ga ada ide.

Kemudian kendala ke 2 sy sering menunda2 tulisan ini...kayak istilahnya semangat di awal, nanti kalau udah tengah2 menulis..berhenti sampai besok2 nya lagi..

Mohon pencerahannya Bu..

Bagaimana mengatasi 2 kendala yg saya alami diatas.

Terimakasih

Walaikumussalam Bu Siti Fadilah

Memang kebiasaan orang berbeda-beda, kebiasaan ibu tidak salah hanya saja jika ibu hanya mencatat point-point pentingnya di buku it’s okay but jika ibu menulis tuntas dulu di buku kemudian baru diketik ini akan tidak efektif akan memakan banyak waktu. Mulai saat ini ibu harus mulai belajar menuangkan ide langsung di depan laptop sambil BW, Searching dll. Sedangkan untuk kendala kedua jawabannya jangan menunda-nunda jika ide datang langsung dituangkan bisa dalam point-point pentig atau dituangkan langsung dituntaskan menjadi sebuah tulisan. 

P 16

Assalamu'alaikum , perkenalkan nama saya Astutiningsih dari Ukui - Pelalawan - Riau. Kemaren ketika sesi kedua di BM bersama Nyai Kanjeng saya dalam perjalanan ke Medan Untuk acara kelulusan di ponpes Putri kami. Selama perjalanan banyak sekali ide dan rangkaian kata yang muncul dalam perjalanan. Dan sesekali mendokumentasikan nya. Nah ini begitu sampai dirumah. Semuanya terlock. Bagaimana caranya agar rangkaian kata dan ide itu muncul dan bisa diwujudkan dalam tulisan. Terimakasih. Wassalamu'alaikum

Walaikumussalam Astutiningsih

Pasti menarik sekali jika dituangkan dalam tulisan ya Bu, jika ibu memiliki dokumentasi foto itu akan sangat membantu ibu dalam menuangkan ide tulisan. Next time jika berpergian ibu catat point-point yang menarik selama perjalanan dan di dukung dengan foto yang akan mengingatkan.

Demikian resume yang bias saya buat kurang lebihnya mohon dikoreksi. Terima kasih dan assalamualaikum wr. wb.

 

 

 

13 Komentar

  1. Lengkap, jelas resumenya... Semangat... Salam literasiπŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  2. Wah, klo lihat orang Lombok, jadi ingat sama Besann Sudomo, Momo DM. Semangat terus yah pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa ke Lombok. Terima kasih atas kunjungan di blog ini.

      Hapus
  3. Semangat selalu pak.. blognya keren ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggih terima kasih banyak.

      Hapus
  4. Ok banget resume nya semangat terus menulisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih semoga menjadi semangat saya.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terima kasih Bu, saya masih tahap belajar.

      Hapus
  6. Padat, resumenya isinya daging semua, keren ih

    BalasHapus
  7. Mantap Lengkap sekali resumenya..salam literasi

    BalasHapus
  8. Masih jauh dari yang diharapkan. Semoga ke depannya bisa lebih baik. Aamiin

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama