Kader NW Harus Menjadi Penggerak Perjuangan


Lombok Barat - Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan (PDNW) Lombok Barat menggelar pengajian akbar anak Hultah ke-87  yang dipusatkan di Gor Gerung Rabu, (21/9) 

Kegiatan diawali dengan pawai alegoris yang diikuti ribuan peserta yg berasal dari madrasah NW, majelis taklim, pengurus cabang dan badan otonom  organisasi NW.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rois 'am Dewan Mustasyar Ummuna Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid, Ketua Umum PBNW Kyai Hamzanwadi II TGKH. L.Gde M. Zainuddin Atsani,  Sekjend PBNW Prof. Fahrurrozi Dahlan,  Katim 'Am Dr. TGH. Lalu Muhyi Abidin,  Ketua PWNW NTB TGH. Lalu Gde M. Khairul Fatihin,  Ketua Pimpus Muslimat NW Hj. Lale Syifaunnufus, Ketua PGNW Hj. Lale Yaqutunnafis

Hadir juga Ulama Mekkah  Syeikh Mustafa Bin Buzayyan Attilimsani dan Syeikh Dr. Muhammad bin Ahmad Arruqaimi serta para Masyaikh Ma'had Darul Quran Anjani Lombok Timur.  Asisten II H. Ilham M.Pd.

, Wakil Ketua DPRD NTB Nauvar F. Farinduan, Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, SE, Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha, Anggota DPRD Lobar H. Lalu Hermayadi. 

Ketua PDNW Lobar Lalu M. Iqbal Murad mengatakan bahwa eforia kader dan jamaah menghadiri anak hultah adalah bagian dari ungkapan rasa syukur atas jasa organisasi dalam menghadirkan ruang-ruang pengkhidmatan.

" Kehadiran ulama Mekkah dan para pimpinan organisasi adalah spirit bagi perjuangan yang secara berkesinambungan terus digelorakan," katanya

Sementara itu, Asisten II Pemkab Lombok Barat H. Ilham mengatakan bahwa tak dapat dipungkiri betapa besar peran dan eksistensi NW dalam pengabdiannya di dunia pendidikan dan dakwah. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi segala bentuk ikhtiar NW dalam pembangunan masyarakat.

"Keberadaan organisasi ini memberikan ruang pengabdian bagi  agama, masyarakat, nusa dan bangsa,"katanya.

Ketua PWNW NTB  TGH. Lalu Gde M. Khairul Fatihin mengutarakan bahwa organisasi NW adalah buah karya maulanasyeikh yang harus terus dikembangkan. Peran pengurus dan jamaah untuk mengembangkan NW  sangat diharapkan untuk mewujudkan visi organisasi. 

Ketum PBNW Kyai Hamzanwadi II TGKH. L.Gde M. Zainuddin Atsani mengatakan ubungan Maulanasyeikh dengan Lombok Barat itu erat, begitu juga dengan Lalu Gde Wiresentane. Ia memberikan perhatian khusus dalam pengajian dan kegiatan organisasi. Ia juga menekankan perlunya mencontoh kegigihan berjuang ummuna Hj. Siti Raihanun, ummuna tak kenal lelah untuk berdakwah mengembangkan organisasi peninggalan ayahandanya TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. 

" Kader-kader NW harus menjadi penggerak perjuangan agar cita-cita organisasi dapat diwujudkan untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Penyebutan kata Madrasah dalam nama hultah NWDI adalah upaya menegaskan bahwa yang diperingati adalah lembaga pendidikan yg didirikan maulanasyeikh, bukan organisasinya"katanya seraya mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk meluruskan sejarah agar kader dan jamaah NW tegak dengan sejarahnya yang lurus tentang perjuangan NW.

Syeikh Mustafa Bin  Buzayyan Attilimsani dalam pengajiannya mengatakan bahwa

Setiap kita harus punya semangat dan mempergunakan masa hidup dengan sebaik-baiknya. Kalau biasanya masa muda sering diidentikkan dengan suasana yang tidak baik, sesungguhnya tidak demikian apabila ia terdidik dengan pendidikan yang baik, dan ketika seseorang sudah tua, tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik. 

Tak lupa beliau berdoa untuk jamaah agar mendapatkan keberkahan dalam perkumpulan ini.

Dalam kaitannya dengan organisasi, ia selalu menegaskan supaya jamaah menjaga janji-janjinya untuk menjaga Nahdlatul Wathan peninggalan Maulanasyeikh, agar kelak berada dalam naungan arsy bersama beliau. Kalau sekarang Maulanasyeikh memiliki pelanjutnya seperti ummuna dan Hamzanwadi II, tetaplah mentaatinya agar keberkahan tetap bersama kita dan tidak menyesal kelak

SAHMAN

Sahman, S.Pd seorang anak yang terlahir dari rahim keluarga petani. Ia menghabiskan waktu kecilnya dihamparan persawahan yang ada di bundaran Giri Menang Square ( GMS). Tekadnya yang kuat menghantarnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Krikil-kirikil tajam, ia lalui. Universitas kehidupan telah banyak memberikan ilmu bermanfaat yang ia tidak dapatkan dibangku kuliah. Ia pertama kali mengenal dunia tulis menulis berawal ketika berprofesi sebagai loper koran. Sebagai manusia pembelajar, ia meningkatkan kompetensi diri. Akhirnya, ia selama 16 tahun berkecimpung didunia jurnalistik. Berbagai peristiwa dan kebijakan pemerintah daerah Lombok Barat tak terlepas dari goresan penanya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama