Salam Gembira dari Bukit Savana

 



Lelah kataku sambil saling menatap dengan pak oman, ketika kaki yang biasa berjalan ditempat datar ini bertemu medan yang hampir 90 derajat. Kami berjalan penuh dengan kelelahan, keringat yang bercucuran, sembari beban yang kami bawa seakan berbisik mengatakan berhenti, stop dan buanglah saya agar engkau tidak ada beban sehingga bisa melangkah dengan baik. Di badanku ada air minum ukuran besar, 2 tenda, tas yang berisikan pakaian untuk menahan dingin, serta makanan pop mie serta makanan khas KLU "opak opak" Yang selalu melekat di badan saya. Hati ingin melepaskan beban dan menyerah, jangan duduk kata pak Syarif biar tidak cepat capek. Lanjutkan lanjutkan motivasinya dengan hati berat kami berjalan dengan penuh lelah dan perjuangan akhirnya tibalah kami di savana yang luas dan indah suasananya. Kami membangun tenda tenda untuk beristirahat, mencari kayu untuk dibakar dan menghangatkan badan yang akan siap menghadapi bahayanya dingin savana rinjani. Dengan penuh gembira candaan, tawa cerita menarik dan lucu membuat kami sumbringah mengeluarkan tawa lepas dan melupakan beban hidup dan kelelahan yang kami alami saat itu. Setelah beberapa lama berkumpul didepan api yang kami buat dan dibayangi oleh kedinginan malam akhirnya kami tidur dibawah tenda. Jelang subuh datanglah keganasan dingin savana yang membuat saya hampir membeku dalam kesunyian, kupeluk pak hamzan untuk mencari kehangatan tetapi dinginnya savana mengalahkan selimut dan pelukan pak hamzan. Badan semakin menggigil dan terasa membeku saya tidak tau apa yang akan aku perbuat,  saya melihat api dengan besarnya menyala diluar tenda ternyata bu suh Armin menyalakan api, saya keluar dan hampir membakar tubuh dingin ini, saya menemani api selama beberapa jam sehingga hangat lah tubuh ini. Pagi indah menyambut kami dengan kehangatan kopi dan pop mie kabut menyelimuti savana yang membuat pemandangan semakin luar biasa. Ini adalah kenangan dan pengalaman yang sangat istimewa dan sulit untuk dilupakan dan selalu ingin mengulangnya kembali... 

Salam penuh rintangan, dingin, indah dan menyenangkan dari bukit savana



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama